
Museum Pusat TNI Angkatan Laut dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar di Lantamal V Surabaya, sebagai wadah untuk merawat memori kejayaan angkatan laut bangsa Indonesia. Pembangunan Museum Pusat TNI Angkatan Laut pada 2023 bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah harmonisasi antara pelestarian gedung heritage yang bersejarah dengan arsitektur modern.
Kami merancang kawasan ini sebagai simbol ketangguhan, di mana masa lalu yang heroik bertemu dengan visi masa depan yang canggih, menciptakan destinasi yang menggemakan semangat Jalesveva Jayamahe. Ratusan benda koleksi berupa senjata khas TNI Angkatan Laut, alutsista hingga kendaraan tempur yang pernah terlibat berbagai misi dan operasi penting di tanah air, juga berbagai benda koleksi pribadi milik para tokoh penting dalam sejarah TNI Angkatan Laut.

Jantung dari transformasi ini adalah kehadiran artworks replika KRI R.E. Martadinata dalam skala 1:1 yang ikonik. Gedung tiga lantai ini kami ubah menjadi ruang pamer berbagai benda koleksi penting dan bersejarah milik TNI Angkatan Laut. Selain itu memberikan pengalaman spasial yang unik bagi pengunjung seolah benar-benar berada di dalam kapal perang yang merupakan hasil karya kebanggaan anak negeri.
Untuk mengelola kompleksitas ratusan artefak dan puluhan perangkat multimedia yang tersebar, kami menanamkan ekosistem manajemen berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi. Sistem cerdas ini bekerja dalam senyap, memastikan setiap konten digital dan pencahayaan tata pamer berfungsi presisi untuk menghidupkan atmosfer museum.
